Jerat bayang terjagakanku dari mimpi
Galau rindu mengusik kedalaman hati
Tak ingin ku nikmati, namun tak mampu ku pungkiri
Tentangmu menghantui, kacaukan konsentrasi
Hati, jiwa, terikat dilemma
Pertentangan rasa dan keyakinan-Nya
Tak mungkin ku langgar janji yang ku cipta
Meski itu menyakitiku, meski itu mengecewakanmu
Egokah ini? Mungkin bisa jadi
Tapi aku tak lebih dari ingin menjaga hati
Maaf, melarutkanmu dalam ragu
Membuatmu bertanya-tanya, dan akhirnya salah mempersepsikanku
Semua serba maya, bahkan apa yang kini ku rasa
Tak mungkin ku ungkap, biar ku nikmati sendiri saja.
Aku rasakan yang kau rasa
Tapi logika tegaskan realita
Kau dan aku berbeda
Tak pantas disandingkan bersama
-Belina-
280710
09.13
Kamis, 29 Juli 2010
Minggu, 25 Juli 2010
DIAKAH PEMILIKNYA
Dini hari yang dingin..
Detik yang berlalu, kantuk yang menguap
Sedang aku masih terpaku
Kertas ku kosong, pensil pun bengong
Otakku seperti tong yang melompong
Kemana rangkaian kata yang biasa sering menyapa?
Mengapa rasanya hampa tanpa nada
Yang ku dengar justru ketukan hati yang mengalun pelan
Menyanyikan simfoni yang lama tak ku kenal
Nada baru, dari seseorang yang baru
Genggam aku, Tuhan..
Jangan goyahkan apa yang selama ini ku yakinkan
Jangan cairkan apa yang selama ini kubekukan
Tetaplah rangkul hatiku, Tuhan..
Rasa yang kau cipta, adalah fitrah dan anugrah
Izinkan aku menjaganya agar tidak ternoda
Jika memang kelak tiba, dia yang akan menjadi pemiliknya.
_Belina-
240710
01.30
Detik yang berlalu, kantuk yang menguap
Sedang aku masih terpaku
Kertas ku kosong, pensil pun bengong
Otakku seperti tong yang melompong
Kemana rangkaian kata yang biasa sering menyapa?
Mengapa rasanya hampa tanpa nada
Yang ku dengar justru ketukan hati yang mengalun pelan
Menyanyikan simfoni yang lama tak ku kenal
Nada baru, dari seseorang yang baru
Genggam aku, Tuhan..
Jangan goyahkan apa yang selama ini ku yakinkan
Jangan cairkan apa yang selama ini kubekukan
Tetaplah rangkul hatiku, Tuhan..
Rasa yang kau cipta, adalah fitrah dan anugrah
Izinkan aku menjaganya agar tidak ternoda
Jika memang kelak tiba, dia yang akan menjadi pemiliknya.
_Belina-
240710
01.30
Senin, 19 Juli 2010
SAMAR
Semoga kau cukup peka untuk merasakan.
Aku sedang menutupi sebuah kejujuran perasaan.
Ku buat ia samar.
Sesamar sikapmu yang tak mampu kuterjemahkan.
Semoga mata batinmu cukup tajam untuk melihat.
Kepalsuan senyumku tuk tutupi luka hati yang terjerat.
Dan tak peduli datang aku kehadapanmu.
-Belina-
030710
01.05
Aku sedang menutupi sebuah kejujuran perasaan.
Ku buat ia samar.
Sesamar sikapmu yang tak mampu kuterjemahkan.
Semoga mata batinmu cukup tajam untuk melihat.
Kepalsuan senyumku tuk tutupi luka hati yang terjerat.
Dan tak peduli datang aku kehadapanmu.
-Belina-
030710
01.05
TAK PANTAS
Tak dapat dibagi.
Cukup dirasa sendiri.
Tampar warasku, hai realita.
Sadarkan bahwa ini tidak seharusnya.
Andai takdir dapat kutentukan,
Maka aku akan memilih untuk tidak memilih dan tidak pula dipilih.
Cukuplah realita dan logika buktikan.
Aku memang tdk pantas.
-Belina-
300610
00.38
Cukup dirasa sendiri.
Tampar warasku, hai realita.
Sadarkan bahwa ini tidak seharusnya.
Andai takdir dapat kutentukan,
Maka aku akan memilih untuk tidak memilih dan tidak pula dipilih.
Cukuplah realita dan logika buktikan.
Aku memang tdk pantas.
-Belina-
300610
00.38
Langganan:
Postingan (Atom)