Senin, 21 Juni 2010

MENULISKAN RINDU

Saat rindu mulai mengobrak-abrik nurani dan isi hati
Saat itulah aku tahu, kau bukan lagi yang ku kenal dulu
Sesak penuhi dada, memaksaku menuliskan rindu, buatmu
Kau tak lagi sesederhana dulu
Terkontaminasi lingkungan dan perasaan-perasaan setelah terlepas dariku (mungkin)
Lebih dewasa karena belajar dari kesalahan yang membuat kita terpisah (mungkin)
Menjadi lebih bersinar karena telah melupakan cerita kita (mungkin)
Menjadi seseorang yang ku kenal, tapi nyaris tak ku kenal

Jangan ucapkan kata penyesalan
Itu hanya akan memperburuk keadaan
Biar ku tuliskan rindu buatmu
Lewat kertas bertinta, Bukan lewat lidah bersuara

Ku tuliskan rindu yang sederhana
Yang cukup dimengerti kedalaman hati
Hmm, menuliskan rindu ternyata lebih cepat dan mudah ketimbang melupakanmu..

-Belina-
150610
17.45

ATAS NAMA PERSAHABATAN

Kita, satu jiwa dua tubuh
Lukamu juga sakitku
Ceriamu, cerminan senyumku
Ini perih kita, mari akhiri jadi tawa
Ini canda kita, jangan sampai buat duka

Saat mimpi ternodai emosi
Salah satu kita coba membuka mata
Terjang hadang segala galau
Wujudkan ilusi jadi realisasi

Ini luka karena cinta kita punya
Menangis bersama, lalu tertawa lupakan
Persetan dengan rasa takutmu
Lihat, kau masih punya aku !

Bagi bersama selagi masih bisa
Simpan di hati jika tak mungkin dibagi
Mereka boleh saja datang dan pergi
Tapi aku takkan pernah beranjak darimu

Biarkan mereka berprasangka
Mereka tak tahu apa yang terjadi pada kita
Tak perlu ucap kata sanggahan
Cukup diam, dan sunggingkan senyuman

Raih tanganku, dan eratkan genggaman
Mari teruskan langkah, bangun sebuah harapan
Yakinkan, kita mampu wujudkan

Berlandaskan sayang
Atas nama persahabatan

-Belina-
180610
23.45

Rabu, 09 Juni 2010

(semoga) AKU BENAR-BENAR PERGI

Ku serahkan serpihan hatiku kepada dia yg berhak.
Biar tak lagi gamang.
Biar tak lsgi rindu dendam.
Hai, kau yg haq.
Miliki aku seutuh-utuhnya !
Dengsn payah, kuseret langkah.
Gontai aku mundur dari hidupnya.
Terima kasih, bayang2.
Kali ini aku benar2 pergi.
Permisi.

-Belina-
030610
01.16

TAK BERBEKAS

Tak ada lembaran yang bisa ku tatap
Tidak pula sisa nyata yang bisa ku raba
Hanya gambaran maya, jika ku tutup mata
Memory yang seperti cctv,
Mereka ulang semua laku kita waktu itu
Jika aku hilang ingatan,
Maka lenyaplah kamu bersama tahun-tahun penantianku

-Belina-
050610
01.34

BUKAN BERARTI

Semua tentangmu adalah sederhana
Tapi sebab itulah, kau jadi istimewa
Kenangan merajamku dalam haru biru

Belajar melupakanmu bukan berarti berhenti mencintaimu
Hingga kini masih ku harap kenangan yang jelas jelas semu

Bodohnya !

-Belina-
090610
00.19

REALITA CINTA

Semoga tak ada upayamu untuk mencariku (lagi)
Aku pun berusaha untuk tak mencarimu (lagi)
Cukuplah kita miliki sedikit kenangan yang menyakiti
Daripada banyak kenangan yang meracuni dan akhirnya membunuh
Cukup pendam, lalu kubur dalam-dalam
Jangan pernah biarkan menyeruak ke permukaan
Karena pahitnya empedu yang pecah,
Takkan mudah terobati dengan manis madu sekalipun
Meski empedu pahit adalah penawar
Biar kita mati dalam racun serupa rindu yang menusuk merasuk
Membunuhku, membunuhmu
Biar kita mati dalam 1 rasa yang sama
Cinta terhalang realita
Jangan sesali andai kita bertemu lagi
Jangan tangisi jika kita tak bertemu lagi
Ini suratan kita
Hidup, mati tak mungkin bersama..

-Belina-
090610
01.04

Rabu, 02 Juni 2010

IKATAN YANG TERLEPAS

Dulu..
Aku Kamu Satu ikatan
Aku Kamu Satu mimpi, berjuta harapan
Aku Kamu Dua langkah, satu genggaman
Aku Kamu Kebanggaan yang tak terpisahkan

Kemudian waktu berrotasi..
Aku Kamu Belajar memahami
Aku Kamu Coba mengerti kondisi dan situasi
Aku Kamu Melihat perbedaan sisi
Aku Kamu Pertahankan segala lebih erat lagi

Setelah itu..
Aku Kamu Introspeksi masing-masing kita
Aku Kamu Memutuskan untuk berhenti bersama

Sekarang..
Hanya Aku Aku Aku
Tidak ada kita, tidak ada kamu
Meski ku buat jalinan baru penggantimu
Bukan berarti aku sudah ikhlas
Merelakan sisa ikatan yang terlepas

-Belina-
020610
12.33