Jumat, 25 Desember 2009
BERSERAKAN
Yah, biarkan saja tetap begitu.
Tak usahlah dibereskan.
Aku tak tertarik untuk melakukannya.
Atau untuk sekedar merapikan serpihannya lalu mengumpulkannya ke sudut.
Apa lagi untuk menata kembali setiap serpihannya menjadi rangkaian yang indah.
Tidak terpikir bagiku untuk melakukan itu.
Aku sudah tidak lagi terlalu peduli bagaimana keadaan mereka saat ini.
Yah, biarkan saja.
Hatiku dan hidupku.
Biarkan saja serpihannya berserakan!
Kamis, 24 Desember 2009
MAAFKAN, SAHABATKU..
Aku merasa kau jahat dalam menilaiku.
Vonismu koyakkan batinku.
Tak mau tau, kau menudingku ini itu.
Tak adakah tuduhan yg lebih keji dibanding ini?
Merebut kekasihmu, sungguh tak terlintas sama sekali.
KAlaupun harus diakhiri, mengapa persahabatan kita harus putus dengan cara begini?
Aku terlalu ego, sahabat!!
Aku terlalu ego untuk mengakui kesalahan yang tidak ku perbuat.
Maafkan, terlalu pilu melukaimu.
Tapi sadarkah kamu, dalam lemahmu engkau membunuhku..
-Belina-
241209
19:51
Rabu, 23 Desember 2009
TERLALU KIKIR
Utk menyunggingkan seulas senyumku
Utk mbrikan secuil hati kpdmu
Utk meluangkan sdikit wktu brsmamu
Atau skedar mmbiarkanmu mncari tahu siapa aku
Aku terlalu cinta pada ksndirianku
Dan aku terlalu kikir utk mengijinkanmu mencintaiku.
Maaf
Selasa, 22 Desember 2009
AKU DAN HATIKU (DIALOG PUKUL 3 DINI HARI)
Tik.. tik.. tik..
Jam di dinding berdetik. Pelan, tapi berisik.
Akh, lagi-lagi begini
Apa jam dinding itu selalu berteriak setiap jam 3 pagi sehingga membuat aku selalu terbangun jam segini?
Aku masih terbalut emosi pada jam di dinding.
Saat tiba-tiba saja bayangnya melintas di pikiranku
Ia yang ku curangi
Ia yang mencintaiku, namun kusakiti
Haha, bukan kawan.. kalian salah..
Aku bukan semata-mata terjaga karena rasa bersalahku padanya
Karena ketika kemarin aku disakiti orang yang kucintai, aku pun sama terjaga di tengah pagi
Ku usap mataku. Ada setitik air disana.
Aku menguap. Tapi rasa kantuknya sudah pergi.
Mungkin sudah bosan bersamaku. Biarlah..
Aku kembali lagi pada apa yang kupikirkan barusan
Memikirkan dua orang yang berbeda
Orang yang mencintaiku, dan orang yang aku cintai
Tidak bisakah mereka bergabung menjadi satu orang saja?
Aku mendengus. Mengapa dunia selalu begini?
Isinya hanya menyakiti dan disakiti
Tak bisakah saling mencintai tanpa menyakiti?
'Tentu saja tidak bisa!
Karena sudah mutlak hukum Tuhan berlaku di dalamnya'.
Tiba-tiba hatiku berucap menjawab semua pertanyaanku.
Oiya, hampir aku lupa!
Aku belum menyapa perasaanku pagi ini
Haii, apa kabar kamu, hatiku?
Dengan ketenangan luar biasa ia menjawab, 'Aku baik-baik saja'
Bagus! Apa yang sedang kau pikirkan?
'Tidak ada.'
Hmm, ini saat yang tepat untuk berdiskusi dengannya.
Hatiku, bagaimana tanggapanmu tentang mencintai dan dicintai?
'Tak ada yang salah dengan mereka berdua'
Lalu, kalau menyakiti dan disakiti?
'Apakah maksud pembicaraanmu adalah cinta tak berbalas?'
Aku mengangguk mantap.
'Saling mencintai dan dicintai oleh satu orang yang sama, itu mungkin saja terjadi di luar sana. Terjadi pada siapa saja. Tidak menutup kemungkinan untuk itu. Tapi.. MUNGKIN itu tidak akan pernah terjadi padaku.'
Aku terkejut. Hatiku, apakah kau sakit?
'Ahahahaha..' ia tertawa. Aku bingung.
Dengan mata berbinar penuh semangat, ia menatapku.
'Lihat aku. Aku SANGAT BAIK-BAIK SAJA'
Senyumku mengembang tak terkira. Luar biasa, hatiku. Aku bangga sekali padamu.!
Tapi, tunggu dulu. Aku teringat sesuatu.
Lalu bagaimana dengan kisahmu yang kemarin dulu?
'Mengapa kau bertanya begitu? Bukankah kita kemarin sama2 belajar utk melepaskannya? Kau yang berusaha keras untuk membuatku melakukan itu?'
Aku memandangnya takjub. Sungguhkah kau berhasil melakukannya?
'Ya, tentu saja. Hebat, bukan? Kau, Aku, Kita : HEBAT!'
Kami tertawa bersama.
'Sekarang tugas kita lebih berat. Yaitu mempertahankan apa yang kita miliki saat ini.
Dan satu ku pinta darimu,' Tiba2 ia menjadi serius.
Aku menunggu ia mengucapkan kalimat berikutnya.
'Kumohon, jangan ingatkan aku lagi tentang semua yang kita lewati bersama lima tahun terakhir. Atau menawarkan sesuatu yang berbeda dengan konsep yang sama. Atau memaksaku untuk menerima dua cinta. Sunguh, jangan lakukan itu. Menunggu itu melelahkan. Kau tahu itu, kan.?'
Ahahahahaha..
Aku tertawa. Tentu saja aku tidak akan mengajakmu untuk melakukan itu lagi. Aku kan' menyayangimu.
Kami tertawa. Aku memeluknya erat. Seolah tak ingin melepaskan kebahagiaan hatiku saat ini.
-Belina-
211209
04:05
Jumat, 18 Desember 2009
GAGAP JEMARIKU
Terlampau lama aku terlena akan dunia.
Sejenak angan membawaku pada ingatan ketika aku dulu masih sangat suka menggambar,
dan sempat.
Kertas yg penuh coretan tak karuan di hadapanku.
Akh, jemariku gagap untuk melukiskan rautmu!
JANGAN MATI
Nanti telingaku jadi sakit.
Akh,aku tak tahu kalau kau begitu rapuh.
Maafkan,aku terbawa prasaan
Ceritakanlah perlahan, aku akan duduk manis mendengarkan.
Tapi jangan lagi kau berkeras hati.
Aku tidak ingin kau mati!
JANGAN!
Jangan ucapkan lagi kata-kata itu.
Nanti darahku jadi beku.
KRITIS
Katanya juga aku dramatis.
Ada beberapa yang menilaiku sinis.
Bahkan ada yg histeris, katanya aku sadis..!
Heii, mengapa kalian memandangku begitu ironis?
Yang tersembunyi di balik hatiku bukan iblis.
Hanya sebuah pemikiran muda yg kritis.
AKU GILA!
Dan malam ini, ku dengar lagi suaranya setelah sekian lama.
Tak ada yang berubah.
Malah bertambah parah.
Semakin ku dengar suaranya, makin jauh anganku dibuainya.
Akkh, lama-lama dia bisa buat aku gila..!!
JANGAN SAMPAI
Heii, kalian berdua!!
Sedari tadi bertengkar saja!!
Tak ada yang mau mengalah
Yg satu ego, yg lain terlalu batu
Berisiik!!
Ini sudah pagi, biarkan aku tidur
Ku mohon, berdamailah kalian brdua
Hatiku, dan jantungku
Jangan sampai kalian berdua ku keluarkan dari dadaku!!
Kamis, 17 Desember 2009
BERHENTI MERAYUKU!
Mereka merayu
Mereka cemburu
Coba memaksaku
Seakan mereka tak mau tahu
Jangan terlampau cepat menilaiku
Kalian belum cukup tahu, siapa aku
Kenali saja aku dulu
Bisa jadi, aku tak sesuai perkiraanmu
Namun bukan meyakinkanku
Justru sikap itu membuatku semakin meragu
Jangan salahkan aku
Jika akhirnya aku menggeleng tak mau
BUKTIKAN!
Buktikan!
Buat aku meyakinkan
Hanguskan segala keraguan
Agar aku mampu percayakan
Obati cacat hati yang terpendam
Ajari aku untuk mengikhlaskan
Bius aku agar terdiam
Tampar warasku untuk terima kenyataan
Tuhan, beri aku kekuatan
Ijunkan aku untuk memulai sebuah jalan
AKANKAH AKU MENYERAH?
Akh, aku mulai lemah
Tuhan, temani aku agar tetap tabah
Aku tak ingin secepat ini menyerah
Meski itu juga bukan pertanda bahwa aku telah kalah
Aku masih berharap menemukan akhir yang indah
Meski tiap ku melangkah,
masih hanya jejak yang menyisakan darah
Masih bertahan, menunggu mentari yang cerah nan merekah
Ini pertahanan yang tidah mudah
Tuhan, jangan ucapkan kata 'terserah'
Karena kecewaku bisa berubah menjadi amarah
Hatiku terasa gerah
Mendengar hiruk pikuk riuh rendah
Akh, sudahlah
Buru-buru ku palingkan wajah
Ku sembunyikan rautku yang mulai bersemu memerah
-Belina-
141209
21:12
BERTASBIH DI ANTARA 2 BAYANG
Aku bimbang
Hatiku sibuk menimbang
Siapa yang akan kusayang
Dan siapa yang akan kubuang
Karena aku hanya diperkenankan memilih satu orang
Tuhan, berikan aku kekuatan
Untuk mengambil sebuah keputusan
Aku di sudut terdiam
Mereka menunggu jawabku, tegang
Aku pun jadi gelisah tak tenang
Wajah mereka selalu datang
Di tiap redupku yang temaram
Saat pagi menjelang, belum lagi siang
Aku bertasbih di antara 2 bayang
Tuhan, bantu aku untuk menentukan pilihan
Siapa yang layak menjadi pemenang
-Belina-
141209
12:33
MERAGU
Aku takut salah menyimpulkan
Aku takut salah mengartikan
Aku takut salah jalan
Aku khawatir tidak bisa menghentikan
Masih kucoba membaca makna yang kau siratkan
Dari tatapan dan senyuman yang kau berikan
Kau bilang di hatimu ada rasa sayang tersimpan
Maaf, bukan aku tidak berperasaan
Hanya saja aku masih belum bisa mempercayakan
Maafkan, aku masih belajar untuk mengikhlaskan
Sebuah kepingan masa lalu dan kenangan
Yang masih mengendap dan telah lama tersimpan
Bantu aku untuk meyakinkan
Bahwa kamu bisa membuatku tersenyum di masa depan
-Belina-
141209
08:28
SECEPAT ITU??
Aduh, mati aku!!
Kata-katanya membuatku gagu
Lidahku kelu, senyumku bisu
Dia seperti tak mau tahu
Ayolah, jangan terlalu buru-buru
Kita tak akan ditinggalkan waktu
Kenali saja aku dulu
Lagipula kita baru saja bertemu
Masak sudah mau ke penghulu..??
-Belina-
141209
08:18
AKU SEKARAT
Jangan biarkan aku terjerat
Nyaris saja aku terpikat
Ku rasakan getar yang tersirat
Seperti sebuah gempa yang dahsyat
Semua terjadi begitu cepat
Sampai-sampai aku tak sempat berbuat
Akh, laknat!
Aku sekarat di sebuah ruang yang sepi riwayat
DAN TUHAN MENJAWAB ..
Aku dihadapan Tuhan. Duduk bersimpuh di kakinya.
Galau menyelubungi hatiku. Berjuta pertanyaan yang mendesak untuk dijawab.
Aku : Tuhan, ada yang mengusik perasaanku.
Dan tidak ada tempat yang pantas untukku mengadu selain kepadaMu.
Tuhan : Ceritakanlah.
Aku : Maaf, Tuhan. Aku tidak tahu harus memulainya dari mana.
Karena Engkaupun sudah lebih mengetahui dari pada aku sendiri.
Tuhan : Ucapkanlah. Aku akan menjawab semua keluhmu.
Akku : Ku kira aku sudah cukup lama bersabar. Tapi semua seperti tidak ada perubahan.
Sampai kapan aku harus bertahan dengan keadaan ini, Tuhan?
Tuhan : Sampai waktu yang telah ku tentukan.
Aku : Kapan itu?
Tuhan : Saat kau tidak sanggup lagi bertahan.
Aku : Aku sudah tidak sanggup, Tuhan..!
Tuhan : Bukankah aku pernah berfirman,
“Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya” [Al Mu'minuun : 62]
Aku : Mengapa kau beri aku cobaan sedemikian rupa, Tuhan?
Tuhan : Cobaan itu adalah ukuran bagi sempurna atau tidaknya iman seseorang. Cobaan itu adalah perlu
Aku : (terdiam)
Aku butuh seseorang untuk berbagi, Tuhan. Aku butuh dia..
Tuhan : Berbagilah denganKu.
Aku : Tapi aku ingin yang nyata. Yang bisa ku sentuh.
Tuhan : Seandainya ia kuberikan padamu, apa kau akan menyentuhnya?
Aku : (diam sejenak)
Tidak juga. Ia belum lagi halal bagiku.
Tuhan : (tersenyum)
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa' : 32]
Aku : Oh, tidak Tuhan. Kami tidak akan melakukan perbuatan yang sehina itu.
Aku tahu bagaimana dia. Ia dibekali iman yang kuat. Aku yakin itu. Kami akan saling menjaga.
Tuhan : Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan, sesungguhnya syaitan musuh yang nyata bagimu. [Az Zukhruf : 62]
Aku : (menggeleng pelan)
Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim.
Tuhan : (tersenyum)
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Aku beserta orang-orang yang sabar. [Al Baqarah : 153]
Sesungguhnya shalat dan puasa itu mencegah perbuatan keji dan munkar.
Aku : Iya, Tuhan. Baiklah. Aku akan kembali bersabar.
Tapi, beri aku petunjuk. Siapakah yang akan menjadi jodohku kelak?
Dia atau yang lain..?
Tuhan : Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, begitu (pula) sebaliknya.
Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan begitu (pula) sebaliknya.
[An Nuur : 26]
Aku : Bilamana kau akan mengembalikan dia kepadaku?
Tuhan : Saat kau bisa mencintaiku, lebih dari kau mencintainya.
Aku : Apakah selama ini aku terlalu berlebihan mencintainya?
Tuhan : (tersenyum) Menurutmu sendiri bagaimana?
Aku : (terdiam. Lalu menunduk. Malu)
Tuhan : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” [QS : Qaaf (16)]
Aku : (terdiam dalam waktu yang cukup lama)
Tuhan, aku ingin disayangi.
Tuhan : Apa kasih sayangku belum cukup bagimu?
Aku : Aku putus asa, Tuhan..
Tuhan : Aku akan menguatkanmu.
Aku : Aku ingin memilikinya, Tuhan..
Tuhan : Tidak, sayang.
Aku : Kenapa, Tuhan?
Tuhan : (tersenyum)
Belum waktunya.
Aku tahu waktu yang paling tepat.
“ Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Aku : (tidak mampu lagi berkata-kata. Lalu beranjak pergi ke sudut dan mulai bertasbih memuji asmaNya. Memohon agar senantiasa diberinya kekuatan. Dan berharap waktu yang tepat akan segera datang)
-Belina-
091209
22:04
Rabu, 16 Desember 2009
PINTU YANG TERKUNCI
Sang wanita masih berdiri di sana
Di balik sebuah pintu yang terkunci
Dan dihadapannya terhampar pemandangan yang luar biasa indah
Tidak berapa lama, seorang pria datang
Mengetuk pintu, meminta ijin masuk ke dalamnya.
'Bolehkah aku masuk? Aku ingin melihat keindahan yang ada di balik pintu ini.
Ijinkan aku tinggal di dalamnya, setidaknya sebentar saja.
Akan ku jaga dan kurawat agar bunga-bunganya tidak layu.
Akan ku buat taman ini lebih indah dari sebelumnya.'
'Maaf, Tuan. Pintu ini terkunci', si wanita menjawab dingin.
'Sejak lima tahun silam, pintu ini tak pernah lagi terbuka. Bahkan semilir angin pun tak pernah lagi berhembus ke dalam sini.'
Pria sedikit terkejut. Kemudian bertanya, 'Dimana anak kuncinya?'
'Seseorang telah mencurinya', jawab wanita perlahan.
Suaranya menyiratkan luka.
'Apakah ada yang mencoba untuk masuk ke sini sebelum aku?'
'Ada, beberapa. Bahkan yang mendobrak paksa pun, pernah.'
'Lalu, apa yang terjadi?' pria tersebut kembali bertanya.
'Pintu ini terlalu kokoh'
Sang pria terdiam. Dipandanginya pintu dihadapannya.
Memang kokoh. Tak mungkin bila ia memaksa masuk.
Sejenak ia menjadi gentar.
Tapi ia tak habis akal.
'Beri tahu aku, siapa yang telah mencuri kuncinya.'
Kini giliran si wanita yang terdiam.
'Kau sungguh ingin tahu?'
'Ya, tentu..', pria mendekat ke pintu, berharap si wanita memberinya sebuah petunjuk.
'Dia.. Sahabatmu..', wanita menghela napas.
Sang pria seketika merasa dunia runtuh di atas kepalanya. Batinnya perih.
Wanita di balik pintu, merasakan hal yang sama.
Utk beberapa waktu, mereka berdua terdiam.
Saling menerka apa yang akan dilakukan sang lawan bicara di balik pintu.
Seperti mendapat sebuah kekuatan, tiba-tiba pria bangkit dari duduknya, 'akan ku rebut kunci itu darinya.'
Sang wanita menjawab lirih, 'Sudahlah, percuma saja. Seandainya pun kau berhasil mendapat kuncinya, kau tetap tak akan pernah bisa masuk ke sini. Karena aku telah menguncinya dari dalam.'
Perlahan, pria itu menyurutkan langkahnya. Lalu berjalan gontai, pergi meninggalkan pintu itu.
Sama seperti pria-pria sebelumnya.
-Belina-
291109
20:17